Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat
Menurut Pitirim A. Sorokin, pelapisan sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat atau hierarkis.
Seseorang yang berada di kelas tinggi mempunyai hak-hak istimewa dibanding yang berada di kelas rendah,
Sesuatu yang dihargai dalam masyarakat bisa berupa harta kekayaan, ilmu pengetahuan, atau kekuasaan.
jadi, pelapisan sosial adalah pembedaan antar warga dalam masyarakat ke dalam kelas-kelas sosial secara bertingkat.
Pelapisan sosial merupakan perbedaan tinggi dan rendahnya kedudukan atau posisi seseorang dalam kelompoknya, bila dibandingkan dengan posisi seseorang maupun kelompok lainnya. Dasar tinggi dan rendahnya lapisan sosial seseorang itu disebabkan oleh bermacam-macam perbedaan, seperti kekayaan di bidang ekonomi, nilai-nilai sosial, serta kekuasaan dan wewenang.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PELAPISAN SOSIAL:
· Kekayaan
· Kekuasaan
· Kehormatan kebangsawanan
· Tingkat pendidikan
Macam – macam pelapisan social :
1. Ascribed status merupakan status yang diperoleh seseorang secara alamiah, misalnya :
· Status perbedaan usia
· Pelapisan berdasarkan jenis kelamin
· Status yang didasarkan pada system kekerabatan
· Pelapisan berdasarkan kelahiran
· Pelapisan terhadap kelompok tertentu
2. Achieved status, merupakan status seseorang yang disandangnya karena yang diperoleh melalui perjuangan. Contohnya :
· Pelapisan berdasarkan jenjang pendidikan
· Pelapisan berdasarkan senioritas
· Pelapisan di bidang pekerjaan
· Pelapisan di bidang ekonomi
3. Assigned status, status social yang diperoleh seseorang atau sekelompok orang karena pemberian, akan tetapi sering dimasukkan ke dalam Achieved Status.
INDIVIDU, KELUARGA dan MASYARAKAT
PENGERTIAN INDIVIDU
Individu berasal dari kata individum (Latin), Yaitu satuan kecil yang tidak dapat dibagi lagi. Individu menurut konsep Sosiologis berarti manusia yang hidup berdiri sendiri. Individu sebagai mahkluk ciptaan Tuhan di dalam dirinya selalu dilengkapi oleh kelengkapan hidup yang meliputi raga, rasa, rasio, dan rukun.
1. Raga, merupakan bentuk jasad manusia yang khas yang dapat membedakan antara individu yang satu dengan yang lain, sekalipun dengan hakikat yang sama
2. Rasa, merupakan perasaan manusia yang dapat menangkap objek gerakan dari benda-benda isi alam semesta atau perasaan yang menyangkut dengan keindahan.
3. Rasio atau akal pikiran, merupakan kelengkapan manusia untuk mengembangkan diri, mengatasi segala sesuatu yang diperlukan dalam diri tiap manusia dan merupakan alat untuk mencerna apa yang diterima oleh panca indera.
4. Rukun atau pergaulan hidup, merupakan bentuk sosialisasi dengan manusia dan
hidup berdampingan satu sama lain secara harmonis, damai dan saling melengkapi. Rukun inilah yang dapat membantu manusia untuk membentuk suatu kelompok social yang sering disebut masyarakat
PENGERTIAN PERTUMBUHAN
Walaupun terdapatnya perbedaan pendapat diantara para ahli, namun diakui bahwa pertumbuhan itu adalah suatu perubahan yang menuju kearah yang lebih maju dan lebih dewasa.
perubahan ini pada lazimnya disebut dengan istilah proses.
untuk selanjutnya timbul beberapa pendapat mengenai pertumbuhan dari berbagai aliran yaitu asosiasi, aliran psichologi Gestalt dan aliran Sosiologi.
Menurut para ahli yang menganut aliran asosiasi berpendapat, bahwa pertumbuhan pada dasarnya adalah proses asosiasi. pada proses asosiasi yang primer adalah bagian-bagian. Bagian-bagian yang ada lebih dahulu, sedang keseluruhan ada pada kemudian.
Bagian-bagian ini terikat satu sama lain menjadi keseluruhan oleh asosiasi.
Dapat dirumuskan suatu pengertian tentang proses asosiasi yaitu terjadinya perubahan pada seseorang secara tahap demi tahap karena pengaruh baik dari pengalaman atau empiris luar melalui panca indera yang menimbulkan sensations maupun pengalaman dalam mengenai keadaan batin sendiri yang menimbulkan reflexionis.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
Dalam membahas pertumbuhan itu ada bermacam-macam aliran, namun pada garis besarnya dapat digolongkan ke dalam tiga golongan, yaitu :
a. Pendirian nativistik
Menurut para ahli dari golongan ini berpendapat, bahwa pertumbuhan individu itu semata-mata ditentukan oleh factor-faktor yang dibawa sejak lahir.
para ahli dari golongan ini menunjukkan berbagai kesempatan atau kemiripan antara orang tua dengan anaknya. Misalnya seorang ayah memiliki keahlian di bidang seni lukis maka kemungkinan bsar anaknya juga menjadi pelukis. Tetapi hal ini kan menimbulkan keragu-raguan apakah kesamaan yang ada antara orang tua dan anaknya benar-benar disebabkan oleh pembawaan sejak lahir karena adanya fasilitas-fasilitas atau hal-hal lain yang dapat memberikan dorongan ke arah kemajuannya.
b. Pendirian Empiristik dan Environmentalistik
Pendirian ini berlawanan dengan pendapat nativistik. Para ahli berpendapat, bahwa pertumbuhan individu semata-mata tergantung pada lingkungan sedang dasar tidak berperanan sama sekali.
Jadi menurut pendirian ini menolak dasar dalam pertumbuhan individu dan lebih jauh menekankan pada lingkungan dan konsekuensinya hanya lingkunganlahyang banyak dibicarakan. Sehingga dapat dikatakan bahwa pendirian ini pada hakikatnya adalah kelanjutan dari faham emperisme.
Apabila konsepsi ini dapat tahan uji (benar) akan dihasilkan manusia-manusia ideal asalkan dapat disediakan kondisi yang dibutuhkan untuk usaha itu. Tetapi dalam kenyataanya sering dijumpai lain, banyak di antara anak-anak orang kaya atau orang pandai mengecewakan orang tuanya, karena tidak berhasil dalam belajar, walaupun fasilitas yang diperlukan telah tersedia secara lengkap dan sebaliknya pada anak dari orangtua yang kurang mampu sangat berhasil dalam belajar, walaupun fasilitas belajar yang dimiliki sangat minimal. jauh dari mencukupi.
Menurut faham ini di dalam pertumbuhan individu itu baik dasar maupun lingkungan kedua-duanya memegang peranan penting. Bakat atau dasar sebagai kemungkinan ada pada masing-masing individu namun bakat dan dasar yang dipunyai itu perlu diserasikan dengan lingkungan yang dapat tumbuh dengan baik. misalnya pada anak yang normal memiliki dasar atau bakat untuk berdiri tegak di atas kedua kaki, bila anak ini di asuh dalam lingkungan masyarakat manusia. tetapi apabila anak yang normal ini kebetulan terlantar di sebuah hutan kemudian diasuh oleh serigala sudah barang tentu anak itu tidak dapat berdiri tegak pada kedua kakinya dan dia akan merangkak seperti serigala yang mengasuhnya.
c. Pendirian Konvergensi dan Interaksionisme
Kebanyakan para ahli mengikuti pendirian konvergnsi dengan modifikasi seperlunya. Suatu modifikasi yang terkenal yang sering dianggap sebagai perkembangan lebih jauh konsepsi konvergensi ialah konsepsi interaksionisme yang berpandangan dinamis yang menyatakan bahwa interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu. Nampak lain dengan konsepsi konvergensi yang berpandangan oleh dasar (bakat) dan lingkungan.
d. Tahap Pertumbuhan individu berdasarkan psikologi.
Pertumbuhan individu sejak lahir sampai masa dewasa atau masa kematangan itu melalui beberapa fase sebagai berikut :
a. Masa vital yaitu dari 0.0 sampai kira-kira 2.0 tahun.
b. masa estetik dari umur kira-kira 2.0 tahun sampai kira-kira 7,0 tahun.
c. Masa intelektual dari kira-kira umur 7,0 tahun sampai kira-kira umur 13,0 tahun atau 14,0 tahun.
d. Masa sosial, kira-kira umur 13,0 tahun atau 14,0 tahun sampai kira-kira umur 20,0 tahun atau 21,0 tahun.
PENGERTIAN KELUARGA
Keluarga berasal dari bahasa Sansekerta: kula dan warga "kulawarga" yang berarti "anggota" "kelompok kerabat". Keluarga adalah lingkungan di mana beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah, bersatu.Keluarga inti ("nuclear family") terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak mereka.
FUNGSI KELUARGA
1.Fungsi Biologis
meneruskan keturunan
memelihara dan membesarkan anak
memenuhi gizi keluarga
memelihara dan merawatanggota keluarga
2. Fungsi Psikologis
memberikan kasih sayang dan rasa aman
memberikan perhatian diantaraanggota keluarga
membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga
memberikan identitas keluarga
3. Fungsi Sosialis
membina sosialisasi anak
membentuk norma - norma tingkah laku yang sesuai dengan dengan tingkatperkembangan anak
meneruskan nila - nilai budaya
4. Fungsi Ekonomi
mencari sumber - sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga
pengaturan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga
menanbung untuk memenuhi kebutuhan keluarga dimasa yang akan datang misalnya pendidikan anak - anak dan di masa hari tua
5. Fungsi Pendidikan
menyekolahkan anak untuk memberikan pengetahuan , ketrampilan dan membentuk perilaku anak sesuai dengan bakat dan minat yang di milikinya
menyekolahkan anak untuk memberikan pengetahuan , ketrampilan dan membentuk perilaku anak sesuai dengan bakat dan minat yang di milikinya
mempersiapkan anak untuk kehidupan yang akan datang dalam memenuhi peranan sebagai orang dewasa
mendidik anak anak sesuai tingkat perkembngannya
sumber http://wawan-satu.blogspot.com/2009/11/fungsi-keluarga.html
PENGERTIAN FUNGSI KELUARGA
Pengertian fungsi keluarga
Dalam kehidupan keluarga sering kita jumpai adanya pekerjaan-pekerjaan yang harus dilakukan. Suatu pekerjaan atau tugas yang harus dilakukan itu biasa disebut fungsi. Fungsi keluarga adalah suatu pekerjaan-pekerjaan atau tugas-tugas yang harus dilaksanakan di dalam atau oleh keluarga itu.
MACAM-MACAM FUNGSI KELUARGA
Pekerjaan-pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh keluarga itu dapat digolongkan/dirinci kedalam beberapa fungsi, yaitu:
a. Fungsi biologis
b. Fungsi Pemeliharaan
c. Fungsi Ekonomi
d. Fungsi Keagamaan
e. Fungsi Sosial
(1) Masyarakat Non Industri
Kita telah tahu secara garis besar bahwa , kelompok nasional atau organisasi kemasyarakatan non industri dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu kelompok primer (primary group) dan kelompok sekunder (secondary group).
Kita telah tahu secara garis besar bahwa , kelompok nasional atau organisasi kemasyarakatan non industri dapat digolongkan menjadi dua golongan, yaitu kelompok primer (primary group) dan kelompok sekunder (secondary group).
(a) Kelompok primer
Dalam kelompok primer, interaksi antar anggota terjalin lebih intensif, lebih erat, lebih akrab. Di karenakan para anggota kelompok sering berdialog, bertatap muka, sehingga mereka mengenal lebih dekat, lebih akrab.
dalam kelompok-kelompok primer bercorak kekeluargaan dan lebih berdasarkan simpati. Pembagian kerja atau pembagian tugas pada kelompok menerima serta menjalankan tugas tidak secara paksa, lebih dititik beratkan pada kesadaran, tanggung jawabpara anggota dan berlangsung atas dasar rasasimpati dan secara sukarela.
Contoh-contoh kelompok primer, antara lain :keluarga, rukun tetangga, kelompok belajar,kelompok agama, dan lain sebagainya.
(b) Kelompok sekunder
Antara anggota kelompok sekunder, terpaut saling hubungan tak Iangsung, formal, juga kurang bersifat kekeluargaan. Oleh karen yaitu, sifat interaksi, pembagian kerja, pembagian kerja antaranggota kelompok di atur atas dasar pertimbangan-pertimbangan rasional, obyektif.
Para anggota menerima pembagian kerja/pembagian tugas atas dasar kemampuan; keahlian tertentu, di samping dituntut dedikasi. Hal-hal semacam itu diperlukan untuk mencapai target dan tujuan tertentu yang telah di flot dalam program-program yang telah sama-sama disepakati. Contoh-contoh kelompok sekunder, misalnya : partai politik, perhimpunan serikat kerja/serikat buruh, organisasi profesi dan sebagainya. Berlatar belakang dari pengertian resmi dan tak resmi, maka tumbuh dan berkembang kelompok formal (formal group) atau lebih akrab dengan sebutan kelompok resmi, dan kelompok tidak resmi (informal group). Inti perbedaan yang terjadi adalah : Kelompok tidak resmi (informal group) tidak berstatus resmi dan tidak didukung oleh Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah tangga (ART) seperti yang lazim berlaku pada kelompok resmi.
Namun demikian, kelompok tidak resmi juga mempunyai pembagian kerja, peranan-peranan serta hirarki tertentu, norma-norma tertentu sebagai pedoman tingkah laku para anggota beserta konvensi-konvensinya. Tetapi hal ini tidak dirumuskan secara tegas dan tertulis seperti pada kelompok resmi (W.A. Gerungan, 1980 : 91).
Contoh : Semua kelompok sosial, perkumpulan-perkumpulan, atau organisasi-organisasi kemasyarakatan yang memiliki anggota kelompok tidak resmi.
Dalam kelompok primer, interaksi antar anggota terjalin lebih intensif, lebih erat, lebih akrab. Di karenakan para anggota kelompok sering berdialog, bertatap muka, sehingga mereka mengenal lebih dekat, lebih akrab.
dalam kelompok-kelompok primer bercorak kekeluargaan dan lebih berdasarkan simpati. Pembagian kerja atau pembagian tugas pada kelompok menerima serta menjalankan tugas tidak secara paksa, lebih dititik beratkan pada kesadaran, tanggung jawabpara anggota dan berlangsung atas dasar rasasimpati dan secara sukarela.
Contoh-contoh kelompok primer, antara lain :keluarga, rukun tetangga, kelompok belajar,kelompok agama, dan lain sebagainya.
(b) Kelompok sekunder
Antara anggota kelompok sekunder, terpaut saling hubungan tak Iangsung, formal, juga kurang bersifat kekeluargaan. Oleh karen yaitu, sifat interaksi, pembagian kerja, pembagian kerja antaranggota kelompok di atur atas dasar pertimbangan-pertimbangan rasional, obyektif.
Para anggota menerima pembagian kerja/pembagian tugas atas dasar kemampuan; keahlian tertentu, di samping dituntut dedikasi. Hal-hal semacam itu diperlukan untuk mencapai target dan tujuan tertentu yang telah di flot dalam program-program yang telah sama-sama disepakati. Contoh-contoh kelompok sekunder, misalnya : partai politik, perhimpunan serikat kerja/serikat buruh, organisasi profesi dan sebagainya. Berlatar belakang dari pengertian resmi dan tak resmi, maka tumbuh dan berkembang kelompok formal (formal group) atau lebih akrab dengan sebutan kelompok resmi, dan kelompok tidak resmi (informal group). Inti perbedaan yang terjadi adalah : Kelompok tidak resmi (informal group) tidak berstatus resmi dan tidak didukung oleh Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah tangga (ART) seperti yang lazim berlaku pada kelompok resmi.
Namun demikian, kelompok tidak resmi juga mempunyai pembagian kerja, peranan-peranan serta hirarki tertentu, norma-norma tertentu sebagai pedoman tingkah laku para anggota beserta konvensi-konvensinya. Tetapi hal ini tidak dirumuskan secara tegas dan tertulis seperti pada kelompok resmi (W.A. Gerungan, 1980 : 91).
Contoh : Semua kelompok sosial, perkumpulan-perkumpulan, atau organisasi-organisasi kemasyarakatan yang memiliki anggota kelompok tidak resmi.
(2) Masyarakat Industri
Durkheim mempergunakan variasi pembangian kerja sebagai dasar untuk mengklasifikasikan masyarakat, sesuai dengan taraf perkembangannya. Akan tetapi is lebih cenderung mempergunakan dua taraf klasifikasi, yaitu yang sederhana dan yang kompleks. Masyarakat-masyarakat yang berada di tengah kedua eksterm tadi diabaikannya (Soerjono Soekanto, 1982 : 190).
Jika pembagian kerja bertambah kompleks, suatu tanda bahwa kapasitas masyarakat semakintinggi. Solidaritas didasarkan pada hubungan saling ketergantungan antara kelompok-kelompok masyarakat yang telah men2enal pengkhususan.Otonomi sejenis, juga menjadi ciri daribagian/ kelompok-kelompok masyarakat industri. Otonomi sejenis dapat diartikan dengan kepandaian/keahlian khusus yang dimiliki seseorang secara mandiri, sampai pada batas-batas tertentu.
Contoh-contoh : tukang roti, tukang sepatu,tukang bubut, tukang las, ahli mesin, ahli listrik dan ahli dinamo, mereka dapat bekerja secara mandiri. Dengan timbulnya spesialisasi fungsional, makin berkurang pula ide-ide kolektif untuk diekspresikan dan dikerjakan bersama. Dengan demikian semakin kompleks pembagian kerja, semakin banyak timbul kepribadian individu. Sudah barang tentu masyarakat sebagai keseluruhan memerlukan derajat integrasi yang serasi. Akan tetapi hanya akan sampai pada batas tertentu, sesuai dengan bertambahnya individualisme.
Durkheim mempergunakan variasi pembangian kerja sebagai dasar untuk mengklasifikasikan masyarakat, sesuai dengan taraf perkembangannya. Akan tetapi is lebih cenderung mempergunakan dua taraf klasifikasi, yaitu yang sederhana dan yang kompleks. Masyarakat-masyarakat yang berada di tengah kedua eksterm tadi diabaikannya (Soerjono Soekanto, 1982 : 190).
Jika pembagian kerja bertambah kompleks, suatu tanda bahwa kapasitas masyarakat semakintinggi. Solidaritas didasarkan pada hubungan saling ketergantungan antara kelompok-kelompok masyarakat yang telah men2enal pengkhususan.Otonomi sejenis, juga menjadi ciri daribagian/ kelompok-kelompok masyarakat industri. Otonomi sejenis dapat diartikan dengan kepandaian/keahlian khusus yang dimiliki seseorang secara mandiri, sampai pada batas-batas tertentu.
Contoh-contoh : tukang roti, tukang sepatu,tukang bubut, tukang las, ahli mesin, ahli listrik dan ahli dinamo, mereka dapat bekerja secara mandiri. Dengan timbulnya spesialisasi fungsional, makin berkurang pula ide-ide kolektif untuk diekspresikan dan dikerjakan bersama. Dengan demikian semakin kompleks pembagian kerja, semakin banyak timbul kepribadian individu. Sudah barang tentu masyarakat sebagai keseluruhan memerlukan derajat integrasi yang serasi. Akan tetapi hanya akan sampai pada batas tertentu, sesuai dengan bertambahnya individualisme.
Penduduk,Masyarakat Dan Kebudayaan
| | |
A.Pendahuluan
Pertumbuhan penduduk yang cepat mendorong pertumbuhan aspek – aspek kehidupan.
Manusia mempunyai kelebihan untuk memanfaatkan dan mengembangkan akal budinya.
Perkembangan kebudayaan mengubah cara berpikir manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Menalaah mengenai pertumbuhan penduduk.
B.Pertumbuhan penduduk
Pertumbuhan penduduk berpengaruhi jumlah,komposisi dan social ekonomi suatu derah atau negra.
Faktor demografi yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk:
1.Kematian
Ada dua tingkat kematian yaitu:
a.Tingkat kematian kasar
banyaknya orang yang meninggal pada suatu tahun perjumlah penduduk pertengahan tahun.
b.Tingkat kematian kasar
dipengaruhi oleh umur jenis kelamin dan pekerjaan.
2.Fertilitas
Pengukuran fertilitas sederhana,hal ini disebabkan oleh:
· sulit memperoleh angka statistiklahir hidup.
· wanita mempunyai kemungkinan melahirkan dari seorang anak.
· makin tua umur wanita tidak berarti kemungkinan mempunyai anak
menurun.
· Pengukuran fertilitas melibatkan satu orang saja.
Ada dua istilah kesuburan:
1.Facundity
Kemampuan biologis wanit untuk mempunyai anak.
2.Fertility
Jumlah kelahiran hidup dari seorang wanita atau kelompok wanita.
Fertility dibedakan menjadi dua macam :
1.
General fertility rate ( GFR)
Jumlah kelahiran per 1000 wanita produktif.
2.Age Specific fertility ( ASFR)
Banyaknya kelahiran menurut umur wanita dalam kelompok 15 – 49 tahun.
MIGRASI
Aspek dinamis kehiupan kelompok dalam ruang.
Faktor migrasi:
Sumber daya alam
Lingkungan social budaya
Potensi ekonomi
Alat masa depan
Akibat migrasi:
Urbanisasi
Migrasi interregional
Migrasi antar Negara
C.KKEBUDAYAAN DAN KEPRIBADIAN
A.Pertumbuhan dan perkembangan kebudayaan
Zaman batu tua (paleolithikum)
Zaman batu muda (neolitikum)
Zaman logam
B.Kebudayaan hindhu,budha dan islam
1.Kebudayaan hindhu dan budha
Hindu berasal dari India pada abad ke-3 dan 4.
Budha masuk pada abad ke-5.
2.Kebudayaan islam
Islam masuk pada abad ke-15 dan 16 dikembangkan oleh walisongo.
C.Kebudayaan barat
Diawali dengan datangnya VOC.
KEBUDAYAAN DAN KEPRIBADIAN
Ciri khas kepribadian bangsa Indonesia adalah gotong royong,suka menolong dan ramah tamah.
Berbagai macam corak kebudayaan dan suku bangsa.
sumber http://community.gunadarma.ac.id/blog/view/id_3858/title_penduduk-masyarakat-dan-kebudayaan/
B. PERTUMBUHAN PENDUDUK
pertumbuhan penduduk merupakan salah satu factor yang penting dalam masalah social ekonomi umumnya dan masalah penduduk khususnya. karena di samping berpengaruh terhadap jumlah dan komposisi penduduk juga akan berpengaruh terhadap kondisi social ekonomi suatu daerah atau Negara bahkan dunia.
Misal : dengan bertambahnya penduduk berarti pula harus bertambah pula persediaan bahan makanan, perumahan, kesempatan kerja, jumlah gedung sekolah dan sebagainya.
di samping itu apabila pertambahan penduduk tidak dapat diimbangi dengan pertambahan fasilitas di atas akan menimbulkan masalah-masalah. misalnya akan bertambah tingginya angka pengangguran, semakin miningkatnya tingkat kemiskinan, banyak anak usia sekolah yang tidak tertampung serta timbulnya berbagai kejahatan atau kriminalitas lain.
MASYARAKAT PEDESAAN DAN MASYARAKAT PERKOTAAN
A.Masyarakat pedesaan
Masyarakat pedesaan adalah masyarakat yang dengan gaya hidupnya masih mengikuti gaya hidup jaman dulu seperti umumnya.mereka biasanya masih ingin meneruskan cara berfikir nenek moyang mereka yang mereka anggap itu sebagai suatu yang di anggap janggal bagi mereka yang belum mengetahui cara pandang mereka para masyarakat pedesaan. Banyak sekali kekayaan alam yang ada di Indonesia ini terutama ya di desa, tak heran para pemimpin zaman dahulu juga dari kalangan masyarakat pedesaan bahkan sampai saat ini banyak pemimpin yang dulunya hidup sebagai masyarakat pedesaan.
Hidup di desa banyak listrik yang kurang memadai di beberapa pedesaan, sehingga masyarakat pedesaan sulit sekali untuk mencari penerangan hanya lampu petromak dan oborlah yang menemani malam mereka. Mencari nafkah di pedesaan tidaklah semudah mencari nafkah di perkotaan, mereka harus benar-benar tekun dalam menekuni suatu pekerjaan yang mereka kerjakan.
B.Masyarakat perkotaan
Masyarakat perkotaan lebih cenderung mengikuti perubahan zaman yang canggih atau modern. Cara hidup mereka pun berbeda dengan masyarakat pedesaan, tak ubahnya tingkah laku mereka masyarakat perkotaan pun lebih bersifat aktif dalam mencari nafkah. Mereka yang hidup di pusat kota biasanya mempunyai alasan tertentu, contohnya supaya mereka lebih dekat dengan tempat kerja mereka, karena mungkin strategis dan lebih cepat menjangkau fasilitas-fasilitas yang di sediakan oleh ibu kota negara Indonesia tersebut.
Cara pola berfikir mereka yang sangat mengikuti perkembangan zaman dan sangat respect sekali pada hal-hal yang baru. Kemacetan sangat membuat masyarakat jengkel dan sampai saat ini masalah kemacetan masih menjadi topik-topik yang sering di bahas.
adapun masalah yang masih di takuti ialah di Negara Indonesia ini setiap tahunnya tanah yang mereka tempati khususnya di pusat kota turun secara sangat perlahan tapi pasti.bisa terlihat dari susunan batu bata yang sudah tidak merata lagi, itu di karenakan pasokan kendaraan yang tiap tahunnya selalu meningkat dan gedung-gedung pencakar langit yang mulai terbangun megah di tengah-tengah kemacetan.
PEMUDA DAN SOSIALISASI
Dalam hal ini saya akan membahas tentang apa yang di maksud dengan pemuda dan sosialisasi kita berbicara tentang pemuda dahulu, apa yang di maksud dengan pemuda? Menurut pendapat saya pemuda ialah seorang remaja yang telah tumbuh kedewasaannya dengan di ukurnya tingkat dari cara berfikir dan sikap atau tingkah laku dari seorang remaja itu untuk membenahi situasi di mana mereka harus berfikir secara real untuk menyelesaikan masalah dalam situasi tersebut.
Melepas dari masa pubernya seorang pemuda harus
di berikan pembinaan dimana mereka mau tidak mau harus mengetahui hal-hal apa saja yang harus mereka ketahui sebelum memasuki masa-masa di mana mereka harus berfikir secara dewasa.tak ubahnya cara berfikir pemuda sangatlah unik dan berbeda.tetapi semua yang mereka fikirkan pasti memiliki tujuan untuk ke depannya pasti sama.
Mereka para orang tua yang memiliki anak-anak remaja yang berubah cara berfikirnya harus selalu di bimbing supaya mereka tidak terjerumus kepada hal-hal yang akan merugikan dirinya sendiri.
sekarang sudah banyak sekali kasus-kasus yang selalu mengundang perhatian banyak orang terkait kasus yang dilakukan oleh para anak remaja akibat perbuatan yang mereka lakukan.namun perlahan tapi pasti semua anak remaja pasti akan menuju untuk berfikir secara dewasa dan bisa di katakan mereka dengan sebutan pemuda.
Dalam bertindak seorang pemuda harus mempunyai tanggung jawab yang besar saat mereka berperan dalam masalah yang ia ikut berperan dalam masalah tersebut.
SOSIALISASI YANG BERPENGARUH DALAM KEHIDUPAN SEORANG PEMUDA
Pada dasarnya para pemuda memiliki suatu pemikiran yang mampu menerima pendapat kritik dan saran secara lapang dada, dan itulah yang berpengaruh sebelum mereka terjun ke masyarakat luas.dan sudah di katakan sebelumnya tadi, bahwa para pemuda sebelum memasuki ke khalayak ramai khususnya untuk para orang tua harus membimbing putra-putri nya sebelum mereka mampu beragumen dengan orang yang mungkin bisa lebih mampu untuk mengalahkan argumen-argumen mereka saat mereka bertentangan soal yang di persoalkan.adalah seorang pemuda yang mampu menerima apa yang orang lain katakan jika memang orang tersebut katakan adalah benar,dan jika menyimpang seorang pemuda harus berani untuk menolak argumen itu sesuai pada peraturan yang ada.
Tidak ada alasan sebagai seorang pemuda untuk tidak berani menyanggah argumen orang yang mungkin di mata mereka adalah benar.seorang pemuda harus mempunyai jiwa besar dan harus bisa mengalah, karena jika seseorang mengalah bukan berarti seseorang tersebut kalah.
Saat ini banyak sekali para pemuda salah mengartikan suatu argumen seseorang dan berujung pada debat yang mungkin tidak di perlukan.yang begini biasanya terjadi di saat kurangnya bimbingan dan pergaulan yang sedikit menyimpang.dan mungkin bagi saya pergaulan itu sangat penting di mana seseorang hendak memasuki dunia yang benar-benar keras di luar sana.
Keras yang di maksud di sini ialah mereka banyak menemui kejadian-kejadian yang belum mereka pernah temui bahkan saat di mana mereka harus mampu beragumen dengan orang yang mungkin belum di kenalnya.harus memang seorang pemuda memiliki jiwa besar yang sudah saya katakan sebelumnya.
Pengaruh negatif di luar sana mampu di imbangi oleh mereka para pemuda, jika memang para pemuda sudah mampu untuk menerima kenyataan kalau sebenarnya mereka sekarang adalah seorang pemuda.
Bahkan seorang pemuda sangat berpengaruh pada kemajuan bangsa indonesia ini bahkan dunia,tak heran jika seorang pemuda ingin sekali menjadi pemimpin jika mereka sudah siap untuk menjadi seorang pemimpin.pengenalan seseorang untuk terjun ke khalayak ramai sangat di tujukan untuk seorang pemuda yang mungin sudah siap.mungkin berkisar 20thn ke atas seseorang bisa memasuki tingat kedewasaannya.tetapi ada perkataan yang mengatakan ”kedewasaan tidak di ukur dari berapa umur mereka,tetapi dari sikap,perilaku dan perkataan yang mereka lakukan”.
Terlintas di benak mereka para pemuda yang ingin sekali mengubah apa yang mampu mereka ubah, tak lepas dari itu jikalau suatu saat mereka melakukan kesalahan yang mungkin fatal mereka akan bangkit dari keterpurukan mereka secepatnya untuk menganalisa apa yang sebenarnya kesalahan dari mereka.
WARGA NEGARA & NEGARA
Bebicara tentang Negara tak lepasnya berbicara tentang warga yang bertempat tinggal di Negara tersebut.mereka biasanya warga Negara telah menetap sejak lama, sejak Negara mereka belum ada investasi sana sini dan juga bangunan masih bisa dihitung.
Negara bukanlah hal yang tabu di telinga kita, warga Negara ialah suatu kelompok manusia yang mendiami suatu Negara di mana mereka hidup secara berkelompok dan saling bantu-membantu jika mereka ada yang membutuhkan.dan mereka mempunyai suatu tujuan hidup bagaimana mereka hidup ke depannya.
Kemudian pokok bahasan selanjutnya adalah Negara . Apa itu Negara ? Negara adalah suatu wilayah yang sudah merdeka / memerdekakan diri dan memiliki visi dan misi yang jelas serta biasanya dipimpin oleh seorang Penguasa Negara / Kepala Negara ( Presiden / Perdana Menteri / Raja / Ratu ) .
Jadi, apa hubungannya Warga Negara dan Negara ? Apakah keduanya saling berkesinambungan ? Seperti pada awal pembukaan diatas,Keduanya merupakan satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan . tak mungkin ada suatu Negara tanpa Warga Negara di dalamnya .
Kita seharusnya lebih bersyukur dan sepatutnya menghargai para pendahulu kita yang berujuang keras memperjuangkan wilayah Nusantara ini sampai akhirnya mendapatkan kemerdekaan dan diakui sebagai suatu wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia ( NKRI ) . tanpa adanya para Warga Negara terdahulu yang memperjuangkan wilayah Indonesia, mustahil Indonesia menjadi apa yang kita sebut dengan Negara .
Banyak sekali peranan-peranan Warga Negara yang patut kita hargai dan kita contoh, yaitu berjuang sampai titik darah penghabisan untuk melindungi Nusantara, berjuang untuk menjadi salah satu Negara yang diakui di mata dunia, dan lainnya .
Oleh karena itu, sebagai Warga Negara yang akan mewarisi seluruh budaya dan peninggalan-peninggalan Nenek Moyang kita harus bangkit dari keterpurukan dan mulai berfikir dinamis dan rasional tanpa menghilangkan jati diri kita yang sebenarnya . kita pun dapat melanjutkan perjuangan para pendahuu kita dengan membawa nama Indonesia ke kancah Internasional agar Indonesia tidak lagi diremehkan oleh Negara-Negara maju lainnya .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar